Target Juara Piala Asia 2023, Irak Kepikiran Timnas Indonesia

Pelatih Irak Jesus Casas menargetkan ambisi skuad Singa Mesopotamia pada ajang Piala Asia 2023 sembari memikirkan laga melawan Timnas Indonesia.


Jakarta, CNN Indonesia

Pelatih Irak Jesus Casas menargetkan ambisi skuad Singa Mesopotamia pada ajang Piala Asia 2023 sembari memikirkan laga melawan Timnas Indonesia.

Casas bakal menangani Irak di ajang tertinggi turnamen antarnegara Asia. Setelah menjadi juara pada edisi 2007, ketika Piala Asia digelar di Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia, Casas menargetkan Irak meraih gelar kedua pada tahun ini.

Dalam tekad membawa Irak ke tangga juara Piala Asia 2023, Casas menyadari Indonesia akan menjadi lawan pertama yang akan dihadapi oleh Bashar Resan dan kawan-kawan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Piala Asia adalah turnamen besar dan penting bagi kami, dan kami antusias. Saya harap kami bisa meraih hasil yang akan membuat kami bisa berkembang bersama timnas Irak,” kata Casas dikutip dari Winwin

“Meraih Piala Asia adalah impian bagi kami Kami akan memberi segalanya yang kami miliki di setiap pertandingan. Jadi kami harus memikirkan Indonesia pada pertandingan pertama di turnamen itu,” ujar Casas.

Pelatih asal Spanyol itu mengindikasikan tidak menganggap enteng Timnas Indonesia, padahal bulan lalu anak asuhnya menang besar atas skuad Garuda dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Selain bertemu Indonesia pada 15 Januari, Irak juga akan bertemu Jepang pada 19 Januari dan menjalani laga terakhir melawan Vietnam lima hari berselang.

Casas menegaskan bakal memanggil pemain-pemain terbaik di Irak, baik yang bermain di dalam negeri maupun di luar negeri, demi prestasi terbaik.

Menurutnya pemain-pemain Irak tidak akan mendapat tekanan karena bukan berstatus unggulan dalam ajang Piala Asia ke-18 yang akan berlangsung di Qatar pada 12 Januari hingga 10 Februari.

“Secara umum kami bukan tim favorit yang akan menjadi juara, jadi kami tidak akan terpapar tekanan dan ini akan mengurangi beban para pemain.”

“Saya yakin tidak ada perbedaan antara pemain yang bermain di luar dan di dalam negeri di timnas Irak. Bagi saya semuanya profesional. Saya tak mempertimbangkan soal paspor apakah dia di dalam atau luar negeri, tetapi di Eropa ada kurikulum latihan yang sama seperti dengan yang saya dapat. Sesuai dengan visi soal nutrisi dan disiplin, dan pada akhirnya saya mencari talenta,” tukas Casas.

[Gambas:Video CNN]

(nva/ptr)



Sumber: www.cnnindonesia.com