Pernyataan Lengkap Pramudya Kusumawardana Mundur dari Pelatnas PBSI

Berikut pernyataan lengkap atlet ganda putra Pramudya Kusumawardana yang memutuskan mundur dari pelatnas PBSI.


Jakarta, CNN Indonesia

Atlet ganda putra Pramudya Kusumawardana telah membeberkan alasannya mundur dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI dan badminton Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan pemuda 23 tahun tersebut dalam bincang-bincang ‘Intimate Talk’ PBSI yang disiarkan di kanal Youtube. Pramudya punya empat alasan mengapa mundur.

Alasan pertama Pramudya mundur adalah kesehatan mental. Ia merasa kesehatan mentalnya terganggu dalam beberapa waktu terakhir, yang ini berdampak pada kehidupan pribadinya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramudya juga ingin kuliah. Menurut pasangan Yeremia Rambitan dalam ganda putra PBSI ini ekosistem di Indonesia belum mendukung untuk kuliah dan menjadi atlet.

Ketiga, Pramudya merasa kapabilitas dirinya untuk tampil di Olimpiade kurang. Terakhir atau keempat, Pramudya merasa punya impian dan cita-cita yang ingin dicapai.

Berikut ini adalah pernyataan lengkap Pramudya soal memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI dalam usia yang sangat muda dan karier yang masih terbilang panjang.

“Jadi saya bukan mau klarifikasi. Saya mau menjelaskan saja apa yang terjadi dan mencoba sedetail mungkin, seterbuka mungkin, dan seenak mungkin didengarkan.

Poin pertama mungkin sudah dijelasin, saya akan mundur dari PBSI. Ya, ada beberapa poin yang saya rasa, saya memutuskan keputusan ini, mengundurkan diri dari PBSI dan badminton Indonesia.

Poin pertama adalah mental health. Jadi, poin pertama saya mental health. Mental health saya dalam kondisi yang tidak bagus. Dan ini dalam waktu yang lama dan sudah berefek dalam hari ke hari dalam hidup saya. Jadi saya harus mengistirahatkan diri sebentar, yang di mana akan mengganggu agenda PBSI dan orang-orang yang bekerja sama dengan saya.

Dan kedua pendidikan. Saya masih mementingkan pendidikan. Ini ada sambungannya dengan poin pertama saya, di mana sebagian orang sudah tahu saya akan sekolah pendidikan sports science dan sport pshycology. Mengapa saya ambil pendidikan di luar negeri? Karena sistem di Indonesia belum mendukung atlet kuliah dan menjadi atlet profesional.

Dan poin yang ketiga, perebutan poin Olimpiade. Tampil di Olimpiade adalah tujuan dan impian semua atlet, tentunya. Kalau ditanya mau ke Olimpiade? Mau, tapi banyak yang harus disiapkan, bukan semata-mata masuk Olimpiade dan selesai. Indonesia banyak mencetak medali di Olimpiade dan saya merasa saya tidak mempunyai kapabilitas yang cukup untuk memenuhi standar atlet Olimpiade berdasarkan hasil statistik, progres permainan, dan kesempatan, terutama membawa nama Indonesia yang di mana mempunyai histori dan target yang besar.

Dan keempat sebagai manusia biasa saya mempunyai impian dan cara pemikiran yang berbeda dan bermacam-macam. Seperti manusia pada umumnya saya mempunyai impian dan target saya sendiri, dan mengetahui kondisi saya sendiri, dan kapan saya harus mengambil keputusan. Menurut saya empat poin itu.”

 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal)



Sumber: www.cnnindonesia.com