Pengamat Soroti Lima Debat Capres-Cawapres Tak Bahas soal Olahraga

Pengamat olahraga nasional Djoko Pekik Irianto menyoroti debat Capres-Cawapres 2024 yang tidak membahas persoalan olahraga.


Jakarta, CNN Indonesia

Pengamat olahraga nasional Djoko Pekik Irianto menyoroti debat Capres-Cawapres 2024 yang tidak membahas persoalan olahraga.

Debat Capres-Cawapres 2024 sudah berlangsung lima kali. Debat terakhir berlangsung pada Minggu (4/2) malam. Hingga debat terakhir, tak satupun pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mengupas soal olahraga.

Djoko menyayangkan hal tersebut. Menurutnya olahraga pantas menjadi perhatian nasional. Pasalnya olahraga bisa menjadi sarana pembangunan karakter bangsa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini memang bagian dari kajian kami. Jadi setelah debat capres tadi malam, kami memberikan clue kepada insan olahraga. Wah ini dari lima kali debat tidak sekalipun bahasan terkait olahraga, meski satu-dua kata muncul, tapi konteksnya hanya meningkatkan SDM terkait dengan kesehatan,” kata Djoko kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/2)

Karena itu Djoko berharap pasangan calon presiden dan wakil presiden membahas persoalan olahraga selama masa kampanye. Masih ada waktu untuk diutarakan. Dosen kepelatihan olahraga Universitas Negeri Yogyakarta ini mengatakan isu olahraga bisa menjadi salah satu lumbung suara saat pemilihan nantinya.

“Tentu masih ada waktu komunitas olahraga dari kalangan perguruan tinggi maupun praktisi menyuarakan agar menjadi bagian dari instrumen pembangunan bangsa. Bicara olahraga itu tidak hanya aktivitas fisik. Lebih dari itu. Sudah sejak founding fathers kita kan menjadikan olahraga nations and character building,” katanya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan setidaknya ada delapan hal yang harus dijalankan Capres-Cawapres jika nantinya terpilih. Menurut Djoko negara harus hadir secara total dalam olahraga.

“Kedua, harus ada ada policy yang saya sebut one policy system karena selama ini gak tersentral, gal terkoordinasi. Ketiga, orientasi pembinaan dunia. Orientasinya membina olahragawan dunia. Tidak lagi bicara nasional. Yang lebih penting menurut saya, kalau ingin olahraga kita maju, kita harus punya modal,” ucap Djoko.

Terkait modal ini, selama ini anggaran pemerintah untuk olahraga hanya 0,5 persen dari total APBN. Anggaran ini harus dinaikkan, minimal dua persen dari APBN.

“Usulan kita tidak muluk-muluk, dua persen saja dari APBN kita. Ini bisa membuat keleluasaan membangun olahraga kita. Kelima, kita harus membangun infrastruktur internasional. Kemudian keenam ketersediaan jumlah pelatih berlisensi. Ketujuh memaksimalkan peran swasta,” kata mantan Plt Sesmenpora ini.

Unsur keenam yang layak diperhatikan adalah mix model atau sinergi antara pemerintah dan swasta. Adapun kedelapan memaksimalkan perguruan tinggi.

[Gambas:Video CNN]

(abs/har)



Sumber: www.cnnindonesia.com