Exco PSSI Arya Sinulingga Jelaskan Video Viral Marah-marah

Exco PSSI menyebut sanksi FIFA tidak akan mempengaruhi rencana pendirian tempat pemusatan latihan atau training center di Ibu Kota Negara (IKN)

Jakarta, CNN Indonesia

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menjelaskan duduk perkara alasan memarahi presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam.

Video Arya memarahi Dek Gam viral di media sosial pada Sabtu (25/11) malam. Insiden itu terjadi pada laga Liga 2 antara Sada Sumut FC vs Persiraja di Stadion Baharoeddin Siregar.

Dalam video tersebut tampak Arya mendekati Dek Gam yang sedang duduk dan mengucapkan sejumlah kalimat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kenapa saya marah terhadap Presiden Persiraja? Hal ini karena yang bersangkutan melakukan tindakan sangat tidak terpuji di sepak bola, dengan melakukan intimidasi terhadap wasit,” kata Arya dalam pernyataan resmi, Senin (27/11).

Intimidasi yang dirujuk Arya adalah peristiwa dalam pertandingan Persiraja kontra Sada Sumut FC pada 30 September. Dek Gam kedapatan mengintervensi wasit saat istirahat babak pertama.

Kejadian ini lantas di sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 5 Oktober. Hasilnya Dek Gam dilarang berpartisipasi dalam pertandingan sebanyak lima kali dan didenda Rp22,5 juta.

Merujuk sanksi ini, Dek Gam seharusnya tak boleh hadir di pertandingan Persiraja melawan PSDS (14/10), Semen Padang (21/10), PSPS (6/11), Sriwijaya FC (13/11), dan PSMS (18/11).

Artinya pula Dek Gam sudah bebas dari sanksi Komdis saat pertandingan melawan Sada Sumut pada Sabtu (25/11). Namun Arya, yang merupakan pendiri Sada Sumut FC, punya fakta lain sehingga ia melabrak Dek Gam.

“Tetapi kenyataannya Presiden Persiraja tidak pernah menjalani hukuman, karena terbukti di akun Persiraja datang dan menghadiri pertandingan Persiraja melawan Sriwijaya, melawan Semen Padang, dan PSMS Medan.”

“Jadi kalau ada yang mengatakan dia sudah menjalani hukuman lima kali pada saat melawan Sada Sumut kemarin tanggal 25 November 2023 di Deli Serdang, itu sama sekali bohong,” kata Arya.

Itu pula yang menjadi alasan Arya memarahi Dek Gam. Menurutnya presiden sebuah klub harus diingatkan tentang pentingnya sportivitas demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.

“Dan saya perlu luruskan juga, kejadian terjadi setelah pertandingan selesai. Silakan lihat di video dan selama pertandingan di kandang Sada kemarin, pertandingan tidak ada terganggu,” ucap Arya.

“Jadi saya cukup memarahi orang yang tidak layak masuk stadion karena melakukan intimidasi kepada klub lawannya, bahkan sampai masuk ke ruang wasit dan mengintimidasi wasit,” katanya.

[Gambas:Video CNN]

(abs/har)



Sumber: www.cnnindonesia.com