Duel Sengit Pembalap Indonesia di ARRC, Mirip Bagnaia vs Martin?

Persaingan Rheza Danica Ahrens dan Herjun Atna Firdaus di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023 mirip duel Francesco Bagnaia vs Jorge Martin di MotoGP.
Buriram, CNN Indonesia

Rheza Danica Ahrens dan Herjun Atna Firdaus bersaing ketat hingga balapan terakhir Asia Road Racing Championship (ARRC) 2023, situasinya mirip duel Francesco Bagnaia vs Jorge Martin pada MotoGP lalu.

Setelah race 1 seri keenam yang berlangsung di Thailand usai, Rheza masih memimpin klasemen dengan 198 poin atau hanya unggul 20 poin dari Herjun yang membuntuti di peringkat kedua.

Tidak ada pembalap lain yang berpotensi juara ARRC kelas Asian Production 250 (AP 250) selain dua pemuda tersebut, termasuk juara Asia Talent Cup (ATC) 2023 Veda Ega Pratama yang menempati peringkat ketiga di klasemen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi persaingan Rheza dan Herjun yang sama-sama berada di tim Astra Honda Racing Team (AHRT) mengingatkan kepada duel sengit Bagnaia vs Martin pada MotoGP 2023.

Dalam musim balap yang berakhir pada pekan lalu tersebut, Bagnaia baru bisa memastikan gelar pada seri terakhir karena jarak poin Bagnaia dan Martin cukup dekat.

“Kalau aku sih juga belajar dari MotoGP juga kan, secara kondisi di dalam trek di luar trek juga mereka fighting championship. Ya mungkin juga belajar dari situ juga,” ujar Rheza ketika ditanya mengenai situasi persaingan dengan Herjun yang mirip duel Bagnaia dan Martin.

“Maintain juga kondisi, mental juga, belajar dari mereka yang sangat pengalaman kompetisi sangat bagus MotoGP kan. Kalau mirip mungkin enggak tahu, aku ga merasa gitu juga, tapi belajar dari MotoGP juga melihat kompetisinya sangat ketat,” katanya melanjutkan.

Kedua pembalap santai menghadapi persaingan. Baik Rheza dan Herjun sama-sama menyatakan persaingan di antara keduanya tak membuat situasi di luar lintasan jadi panas. Keduanya memegang komitmen bersaing secara sehat di dalam lintasan.

Dalam race pertama seri Thailand yang berlangsung Sabtu (2/12) siang, Rheza dan Herjun benar-benar menunjukkan profesionalitas. Keduanya sempat bersenggolan saat balapan.

“Balapan pertama ini berat, saya seharusnya bisa lebih baik. Tadi banyak kejadian yang membuat posisi saya mundur, juga senggolan dengan pembalap lain. Tadi setelah senggolan dengan Rheza di lap terakhir [tuas] kopling saya turun, jadi benerin kopling dulu baru gas lagi,” terang Herjun menerangkan situasi balap di Sirkuit Buriram.




Manajer Motorsport Astra Honda Motor Rizky Christianto menjelaskan kedua pembalap AHRT tersebut sudah ditanamkan sikap sportif dalam balapan.

“Dari awal, dari masih di Astra Honda Racing School, dari masih mereka anak-anak, kita terapkan profesionalitas. Artinya apa, artinya persaingan pada saat balapan ya harus persaingan, tapi di luar itu ya teman, becanda biasa sebagai teman. Persaingan itu hanya ada di race, itu sudah kita terapkan dan harusnya tidak ada masalah,” jelas Rizky.

Race kedua yang bakal menjadi balapan penutup sekaligus penentu gelar juara akan berlangsung di Sirkuit Buriram, Minggu (3/12) siang.

[Gambas:Video CNN]

(nva/sry)



Sumber: www.cnnindonesia.com