Cerita Mugiyanto, Teknisi Helm MotoGP ‘Hadapi’ Rossi sampai Bagnaia

Mugiyanto tak ikut balap MotoGP, namun terbiasa menghadapi juara ajang balap motor kelas premium seperti Valentino Rossi atau Francesco Bagnaia.
Buriram, CNN Indonesia

Mugiyanto tak ikut balap MotoGP, namun terbiasa menghadapi juara ajang balap motor kelas premium seperti Valentino Rossi atau Francesco Bagnaia.

Pembalap-pembalap top MotoGP sama sekali bukan hal asing buat Mugiyanto, yang biasa dipanggil Mugi. Dia seorang teknisi helm dengan jam terbang tinggi di pentas MotoGP.

Mugi sampai-sampai sudah kehilangan gairah foto dengan legenda MotoGP Valentino Rossi karena telanjur akrab dengan sosok yang pernah lekat dengan julukan The Doctor tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sama Rossi dulu ingin ketemu, sudah ngincer mau foto, tetapi pas sudah sering ketemu, malah enggak jadi foto. Karena kan sudah dekat gitu, tetapi setelah dia pensiun jadi nyesel,” ucap Mugi ketika ditemui di Sirkuit Buriram, Thailand, Jumat (1/12).

Pria ramah yang nyaris selalu tersenyum tersebut punya sederet pengalaman berinteraksi langsung dengan pembalap-pembalap kenamaan MotoGP seperti Bagnaia, Enea Bastianini, atau Aleix Espargaro.

Mugi menjelaskan para pembalap tersebut tidak pernah mengeluh aneh-aneh atas pekerjaan yang dilakukannya. Ada kalanya ketika gagal meraih hasil terbaik, sang pembalap merasa helm yang dikenakan tidak enak. Menurut Mugi itu adalah hal yang wajar.

“Kalau kerja dibawa santai, biasa lah kalau ada pembalap dia enggak dapat [waktu terbaik], terus mengeluh. ‘Busanya ukuran S [small] kok kurang ketat,’ tapi pas saya mau ganti ke ukuran XS [extra small] enggak mau. Pembalap seperti itu normal, saya juga tanya ke tempat lain seperti itu,” terang Mugi.

“Semua pembalap itu enak-enak. Saya yakin mereka baik, karena kan saya sudah mengerjakan tugas untuk membantu mereka, enggak mungkin mereka macam-macam,” timpalnya kemudian.

Saking dekatnya hubungan dengan pembalap, Mugi kerap mendapatkan hadiah istimewa. Sepatu dari Aleix Espargaro jadi kenang-kenangan yang saat ini ia simpan di rumahnya di daerah Cikarang, Jawa Barat.

Karena kerjaannya pula Mugiyanto sering mendapat titipan dari orang-orang untuk memintai tanda tangan pembalap idolanya. Tentu bukan tugas sulit bagi Mugi yang memiliki hubungan baik dengan atlet-atlet MotoGP.




Teknisi Helm asal Indonesia, Mugiyanto, di sela ARRC 2023 di Sirkuit Buriram, Thailand, Jumat (1/12). (CNN Indonesia/Nova Arifianto)

Pekerjaan yang dilakukan Mugi tak cuma membersihkan, mengecek, merawat, membenarkan bagian-bagian helm seperti busa, kaca, mur, dan sekrup. Lebih dari itu Mugi juga turut mendesain helm.

Sementara di ajang MotoGP, selain merawat helm, Mugi juga mendata kendala yang terjadi. Masukan-masukan baik dari tiap pembalap maupun tiap seri balap dicatat untuk kemudian menjadi dasar untuk membuat helm baru.

Kegiatan tersebut membuatnya terus bekerja setiap saat. Seperti saat ini, ketika musim balap MotoGP 2023 usai, Mugi bakal segera bergabung dengan tim untuk mendesain helm anyar yang sudah ditunggu para pembalap untuk MotoGP 2024.

Belum lagi Mugi juga turut dipercaya perusahaan menjaga klien-klien yang berlaga di ajang balap motor seperti Asia Road Racing Championship (ARRC).

[Gambas:Video CNN]

(nva/har)



Sumber: www.cnnindonesia.com