Ambisi Kekuatan Lama Melawan Nafsu Raja Baru

Laga semifinal Piala Asia 2023 (2024) antara Iran dan Qatar mempertemukan penguasa lama dan raja baru di tingkat kontinental.

Jakarta, CNN Indonesia

Laga semifinal Piala Asia 2023 (2024) antara Iran dan Qatar mempertemukan penguasa lama dan raja baru di tingkat kontinental.

Dua ambisi berbeda diusung Iran dan Qatar. Iran ingin kembali merebut mahkota yang telah hilang hampir setengah abad. Sementara Qatar tak mau takhta yang baru direbut ‘kemarin’ hilang begitu saja.

Iran merupakan kekuatan lama di sepak bola Asia. Selain menjadi salah satu dari lima negara pertama Asia yang masuk Piala Dunia, Iran juga pernah menguasai Piala Asia. Trofi Piala Asia 1968, 1972, dan 1976 tak pernah beranjak dari negara yang dahulu dikenal oleh Eropa dengan nama Persia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah kejayaan pada 1976, Iran selalu gagal memenuhi ambisi menginjak podium juara. Capaian terbaiknya adalah peringkat ketiga pada 1980, 1988, 1996, dan 2004. Capaian terkini, pada 2019, Iran menjadi semifinalis.

Saat Iran gagal masuk final pada lima tahun silam, Qatar menahbiskan diri sebagai raja baru Asia. Hasrat menjadi kiblat sepak bola Asia yang baru berhasil direngkuh. Untuk kali pertama, Qatar menjadi juara Piala Asia dengan mengalahkan Jepang yang merupakan kekuatan lama lainnya di kawasan timur.

Gelar juara Piala Asia menjadi modal penting bagi Qatar yang ketika itu dalam masa persiapan menjadi negara penyelenggara Piala Dunia.

Kini Piala Dunia sudah lewat, sang tuan rumah tak bisa berbicara banyak pada dua tahun lalu. Kini skuad The Maroons ingin menjadikan Piala Asia 2023 sebagai pembuktian bahwa Qatar tetap merupakan kekuatan terpandang di Asia.

Qatar masih pula diperkuat pemain-pemain yang membawa harum nama bangsa pada 2019 seperti Tarek Salman, Abdulaziz Hatem, Hassan Al Haydos, Akram Afif, Bassam Al Rawi, Boualem Khoukhi, dan Almoez Ali.

Bintang-bintang Qatar tersebut bakal berduel dengan kekuatan Iran yang kini mengandalkan Alireza Beiranvand, Ehsan Hajsafi, Alireza Jahanbakhsh, Mehdi Taremi, Saman Ghoddos, dan Sardar Azmoun.

Iran dan Qatar datang ke Stadion Al Thumama dengan deretan rekor apik. Iran sudah membukukan 18 laga tanpa kalah, sementara Qatar merupakan juara bertahan Piala Asia pertama yang bisa masuk perempat final sejak Jepang pada 2007.

Qatar punya keuntungan dengan dukungan penonton, namun pemain Iran bukan anak-anak kemarin sore yang loyo mental lantaran teror suporter. Lagi pula tekad mengalahkan lawan di depan hadapan pendukung juga dimiliki anak asuh Amir Ghalenoei.

Iran dan Qatar sama-sama menjadi negara yang masuk pot 1 dalam drawing fase grup. Sampai di sini sudah jelas kekuatan kedua kontestan yang akan beradu malam nanti.

Lantas kalau begitu, pertandingan macam apa yang akan terjadi di dalam lapangan?

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>




Sumber: www.cnnindonesia.com